Pendahuluan
Umrah adalah ibadah yang memiliki tata cara khusus berdasarkan sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Memahami manasik (panduan tata cara) sebelum berangkat adalah kewajiban bagi setiap jamaah, agar ibadah dijalankan dengan sah dan khusyuk.
Artikel ini menyajikan panduan praktis berdasarkan kitab-kitab fiqih klasik dan referensi resmi Kementerian Agama RI.
Rukun Umrah (5 Rukun)
Rukun umrah adalah amalan yang wajib dikerjakan dan tidak bisa diganti dengan dam (denda). Jika satu rukun terlewat, umrah tidak sah.
1. Ihram — niat memasuki ibadah umrah dari miqat 2. Tawaf — mengelilingi Ka'bah 7 kali 3. Sa'i — berlari kecil antara Bukit Shafa & Marwah 7 kali 4. Tahallul — mencukur atau menggunting rambut 5. Tertib — semua rukun dikerjakan berurutan
Wajib Umrah (2 Wajib)
Wajib umrah jika terlewat masih bisa diganti dengan dam (denda menyembelih kambing): 1. Berihram dari miqat 2. Menjauhi larangan ihram
Tahap 1: Persiapan Ihram di Miqat
Lokasi Miqat - **Bir Ali (Dzulhulaifah)** — untuk jamaah dari Madinah - **Juhfah** — untuk jamaah dari Syam - **Yalamlam** — untuk jamaah dari Yaman - **Qarnul Manazil** — untuk jamaah dari Najd - **Dzatu Irqin** — untuk jamaah dari Irak
Jamaah Indonesia biasanya berihram di Bir Ali atau langsung di pesawat saat melewati garis miqat.
Persiapan Sebelum Ihram 1. Mandi sunnah ihram (jika tidak bisa, cukup wudhu) 2. Memakai wewangian di badan (BUKAN di kain ihram) 3. Memakai pakaian ihram (pria: 2 kain putih tanpa jahitan; wanita: pakaian sopan tertutup kecuali wajah & telapak tangan) 4. Sholat sunnah ihram 2 rakaat 5. Niat ihram
Niat Ihram Umrah **Bahasa Arab**: "Labbaika allahumma 'umratan" **Artinya**: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah"
Bacaan Talbiyah (dibaca berulang sampai mulai tawaf) "Labbaika allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak"
Tahap 2: Larangan Selama Ihram
Larangan Bagi Semua Jamaah - Memotong rambut/kuku - Memakai wewangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum ihram) - Berburu hewan - Akad nikah - Berhubungan suami-istri
Larangan Khusus Pria - Memakai pakaian berjahit - Menutup kepala (topi, sorban yang menempel) - Memakai sepatu yang menutup mata kaki
Larangan Khusus Wanita - Menutup wajah dengan cadar (kecuali untuk menghindari fitnah) - Memakai sarung tangan
Tahap 3: Tawaf 7 Putaran
Persiapan - Tiba di Masjidil Haram dengan kaki kanan duluan - Berdoa masuk masjid: "Allahummaftahli abwaaba rahmatik" - Menuju Hajar Aswad di sudut Ka'bah
Pelaksanaan 1. Mulai dari Hajar Aswad — usap atau cium (jika padat, cukup isyarat tangan + ucap "Bismillah Allahu Akbar") 2. Putar 7 kali dengan Ka'bah di sebelah kiri 3. Untuk pria: 3 putaran pertama lakukan **raml** (jalan cepat agak berlari kecil) 4. Setiap putaran, berdoa sesuai hajat masing-masing 5. Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad: "Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 'adzaaban naar"
Setelah Tawaf - Sholat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim - Minum air zamzam sambil berdoa - Mengusap Hijir Ismail (jika memungkinkan)
Tahap 4: Sa'i 7 Lintasan
Lokasi Mas'a — lorong panjang yang menghubungkan Bukit Shafa & Marwah. Total jarak ~3,15 km untuk 7 lintasan.
Pelaksanaan 1. Mulai dari Bukit Shafa, menghadap Ka'bah 2. Baca: "Innash shofaa wal marwata min sya'aairillah" 3. Berdoa, lalu jalan menuju Marwah 4. Di antara lampu hijau (tempat Hajar berlari), pria lakukan jalan cepat 5. Sampai Marwah, naik 7 anak tangga, baca doa 6. Kembali ke Shafa = 1 lintasan 7. Ulangi sampai 7 lintasan (berakhir di Marwah)
Makna Sa'i Mengingat kisah Hajar (istri Nabi Ibrahim) yang berlari mencari air untuk anaknya, Ismail. Allah kemudian memunculkan mata air zamzam.
Tahap 5: Tahallul
Setelah Sa'i, lakukan tahallul (mencukur rambut): - Pria: cukur habis (afdhal) atau pendek - Wanita: cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari
Setelah tahallul, larangan ihram telah dilepas. Umrah selesai.
Adab di Masjidil Haram
1. Masuk dengan kaki kanan, keluar dengan kaki kiri 2. Hindari mengganggu jamaah lain (mendorong, berbicara keras) 3. Sholat di shaf depan jika memungkinkan 4. Jangan duduk di shaf tanpa sholat jika masjid padat 5. Hormati waktu sholat — semua aktivitas berhenti 6. Bersedekah untuk fakir miskin yang ada di sekitar 7. Jangan foto berlebihan — fokus pada ibadah
Adab di Masjid Nabawi
1. Salam kepada Rasulullah ﷺ saat masuk Raudhah 2. Doakan beliau dan dua sahabat (Abu Bakar & Umar) 3. Jangan berdoa MENGHADAP makam (tetap menghadap kiblat) 4. Ziarah ke makam Baqi (pemakaman para sahabat) 5. Sholat sunnah di Raudhah (taman surga)
Doa-Doa Pilihan
Doa Memasuki Mekkah "Allahumma haadza haramuka wa amnuka faharrim lahmi wa damii wa sya'rii wa basyarii 'alan naar"
Doa Melihat Ka'bah "Allahumma zid hadzal baita tasyriifan wa ta'dziman..."
Doa di Multazam (antara Hajar Aswad & pintu Ka'bah) Tempat mustajab. Berdoa untuk dunia & akhirat.
Penutup
Manasik bukan sekadar hafalan, tapi panduan agar ibadah Anda sah dan diterima. Sebelum berangkat, ikuti manasik intensif yang diadakan oleh biro Anda — biasanya 2-3 sesi tatap muka.
Di Bersama Travel, manasik kami dipandu oleh ustadz berpengalaman dengan materi lengkap mencakup teori + praktek + tanya jawab. Daftar paket: Lihat di sahaja.id/paket.